Artikel

 

Mempersembahkan Hidup secara utuh kepada Tuhan

“Makananku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya

(Yoh 4:34)

 

Semua orang yang hidup di dunia ini adalah orang-orang yang di panggil oleh Tuhan dan kita yang hidup di dunia ini karena kita menjawab panggilan-Nya. Tuhan memanggil kita ada maksudnya yaitu agar kita dapat memuji dan memuliakan nama-Nya. Tuhan juga telah membuat perjanjian dengan kita manusia yaitu perjanjian untuk saling mencintai antara Tuhan dengan manusia dan sebaliknya. Tetapi kita telah melanggar perjanjian itu dan tidak taat pada perjanjian itu, sehingga kita semua jatuh kedalam dosa. Apakah kita semua sadar bahwa Tuhan masih tetap mencintai kita? Tuhan masih tetap memegang janji-Nya kepada kita dan masih tetap mencintai kita manusia walaupun kita manusia selalu jatuh ke dalam dosa. Apakah kita tahu bahwa Tuhan masih berharap kepada kita manusia untuk kembali kepada-Nya?

 

Tuhan telah rela mengutus putra-Nya yaitu Yesus Kristus menjadi manusia dan mengambil rupa seorang hamba. Karena apa? Karena Tuhan sangat mencintai dan mengasihi kita manusia umat yang di kasihi-Nya. Masihkah kita semua tetap tidak sadar dengan apa yang telah Tuhan lakukan kepada kita. Tuhan juga telah rela Putra-Nya mati dikayu salib demi menebus dosa-dosa yang telah kita lakukan selama ini. Apakah pernah kita berfikir seperti itu? Masihkah kita keras hati dan tidak mau kembali kepada-Nya. Sadarlah bahwa Tuhan akan selalu setia untuk mengasihi kita dan mencintai kita untuk selamanya. Apakah kita dapat membalas kasih-Nya? Apakah kita juga rela mempersembahkan atau membaktikan diri kita kepada-Nya? Seperti putra-Nya yang rela mempersembahkan hidup-Nya hanya untuk kita manusia.

Semua orang yang hidup di dunia ini adalah orang-orang yang di panggil oleh Tuhan untuk berkuasa atas buatan tangan-Nya yang ada di bumi dan beranak cucu sehingga penuhlah bumi ini. Tetapi di antara kita ada yang dipanggil secara khusus untuk mempersembahkan atau membaktikan hidup kita hanya kepada-Nya karena ia percaya kepada kita bahwa kita mampu untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus kita dan melaksanakan pekerjaan-Nya dan janganlah kita menyia-yiakan kepercayaan-nya itu. Melainkan hendaklah kita menjawab panggilan-Nya secara khusus dan mempersembahkan hidup kita secara khusus pula kepada Tuhan dalam gereja lewat menjadi suster, bruder, imam, perawan hidup bakti, rahib dan anggota serikat sekulir.

Kita yang telah menjawab panggilan-Nya seharusnya sudah tahu dan mengerti apa yang harus kita lakukan, bukan melukai hati-Nya dan mengambil keuntungan semata. Kita yang sudah benar-benar mempersembahkan hidup kita untuk menjadi pelayan setia-Nya janganlah takut untuk melangkah maju dan melakukan kehendak Dia dan menyelesaikan pekerjaan-Nya untuk menyelamatkan manusia yang berdosa dengan mewartakan firman-firman Tuhan kepada mereka  sehingga mereka mau percaya dan kembali kepada Tuhan.

Melakukan semua itu bukanlah perkara yang mudah untuk kita lakukan, banyak rintangan yang menghadang kita sehingga kita sering kali merasakan yang namanya jatuh dan bangkit. Apakah kita menyerah saat kita jatuh dan mau meninggalkan-Nya? Memang terkadang kejatuhan membuat kita putus asa dan mau menyerah tetapi ingatlah bahwa Tuhan akan selalu menyertai kita. Di saat kita jatuh kita di angkat-Nya, di saat kita tak mampu kita dikuatkan-Nya  dan Dia akan selalu ada bersama kita untuk selama-lamanya.

 

 

Markus Nicodemus panggabean

Kelas Gramatica A

Asal Paroki ST. Yohanes Penginjil, Bengkulu