Artikel

.

LUPA

Di sebuah desa, tinggalah seoarang lelaki tua yang pikun bersama anak dan istrinya. Orang-orang desa biasa memanggilnya Pak Toha.

Pada malam hari ia lupa apa yang dialaminya pada siang hari. Pada pagi hari iapun lupa peristiwa yang dialamnya pada malam harinya. Ketika berpergian, dia juga lupa jalan yang dan tujuan yang  hendak dicapainya. Dia selalu lupa atas apa yang dialami sebelumnya dan juga tidak tau apa yang harus dikerjakan berikutnya.

 

Seluruh anggota keluarganya pun bingung dengan kondisi yang menimpa pak Toha. Mereka memanggil paranormal untuk membantu, tetapi tindakan ini tidak banyak membantu. Mereka juga mengundang seorang biarawan untuk mendoakannya, tetap tidak ada hasilnya. Dokter yang paling terkenal di daerah itupun mereka datangkan untuk membantu pak Toha, namun sang dokterpun tak sanggup.

Terdengar kabar, ada seorang tabib yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit dari negeri seberang yang sedang berada di desa itu. Istri dan anak pak Toha pun memanggil tabib tersebut untuk menyembuhkan pak Toha. Mereka berjanji aka memberikan separuh harta miliknya jika tabib tersebut mampu menyembuhkan pak Toha. Tabib itu pun berkata: " Penyakit itu tidak bisa diramal oleh para normal, tidak bisa dihilangkan dengan doa, dan disembuhkan dengan obat. Aku akan mengubah jiwa dan pikirannya. Kuharap dia membaik."

Sekarang tabib itu membawa pak Toha ke tempat yang dingin, ternyata dia meminta selimut. Lain waktu, pak Toha dibuat lapar oleh tabib itu, kemudian pak Toha meminta makanan. Ketika pak Toha dibawa ke tempat yang gelap, dia meminta cahaya. Dengan gembira tabib itu berkata kepada anggota keluarga pak Toha: "Orang sakit ini dapat disembuhkan. Obat yang kuberikan ini harus dirahasiakan dan tidak boleh dikatan kepada orang lain. Aku mohon, tinggalkan aku seorang diri bersama orang ini selama tujuh hari."

Seluruh anggota keluarga pak Toha menuruti permintaan tabib itu. Mereka tidak tahu apa yang dilakukannya untuk menyembuhkan pak Toha. Setelah tujuh hari, mereka mendapati bahwa semua penyakit yang diderita pak Toha telah hilang, dan pak Toha kembali seperti sediakala. Tetapi kemudian hari pak Toha bangkit dan marah, dia mengusir anak dan istrinya pergi, lalu diapun mendatangi tabib yang yang telah menyembuhkan dia dengan membawa sebilah kapak. Orang-orang desa pun segera menghadangnya dan menanyakan apa yang terjadi.

Pak Toha berkata: "Dulu, ketika aku pikun, aku menjadi orang bebas. Aku tidak mengerti dan tidak tahu akan artinya ada dan tidak ada, akan surga dan bumi. Namun, sekarang aku menjadi sadar kembali, semuanya menjadi hilang, semua kebebasan yang aku miliki telah musnah. Kebahagiaan dan kesedihan, senang dan tidak senang, serta rasa takut tiba-tiba menyergapku dan membuat aku bingung. Aku takut, bahwa dimasa depan ku, kebahagiaan dan kesedihan, senang dan tidak senag akan mengganggu pikiran ku seperti saat ini. Apakah aku bisa dikembalikan seperti dulu lagi, ketika aku menjadi lupa akan segala sesuatu?"

 

Sumber: Buku "Secangkir Teh"

Oleh: Y. Rumanto, S.J