Artikel

Meeting Jesus Again for the First Time

Meeting Jesus Again for the First Time

 

Introduction

            Being a disciple of Jesus is not a static, but rather, it is a line: I begin, I continue, and I progress. Being a disciple of Jesus, I should meet Him in a journey. A journey where I have to dialogue with Him through my experience. For this reason, I wish to focus on how my faith was built 32 years ago. So many understandings, opinions, thoughts, and explanations influence my mind to identify who Jesus is. Is he just the person who shows me the way going to heaven? 

Selengkapnya: Meeting Jesus Again for the First Time

Mencintai Pendidikan

MENCINTAI & MENSIASATI  BELAJAR

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Pada berondongan tulisan berikut ini, saya mau menyodorkan sebuah untaian pengalaman sendiri tentang bagaimana menumbuh-kembangkan kecintaan belajar dan sekaligus menerapkannya dengan siasat-siasat yang operasional. Maafkan daku bila menimbulkan kesan tidak ilmiah.

01. Ketika masih duduk di bangku SMP Negeri (1968-1970), di kotaku Muntilan Jateng sana, kepada kami sudah diperkenalkan suatu semboyan berbahasa Latin, “EX LIBRIS”, yang artinya: (a) mencintai membaca buku-buku, dan (b) menjadi kolektor buku-buku bermutu. Semboyan ini muncul dalam sejarah Eropa, yakni ketika alat-alat percetakan ditemukan. Pada slebor sepedaku semboyan itu kutulis. Tidak lama kemudian, semboyan lain juga mulai kukenal ialah: “The experience is the best teacher,” dan juga pernyataan Thomas Alfa Edison, si penemu wolfram, yang kurang lebih mengatakan, “Satu % teori dan 99% selebihnya praktek,” lalu ketika belajar bahasa Jerman di Seminari Menengah ungkapan “Übungen macht den Meister”(= melalui latihan manusia belajar) juga diperkenalkan. Ketika mesti menyelesaikan berbagai macam tugas dalam kurun waktu yang relatif singkat, yakni ketika menulis tesis doktorandus pada tahun 1982 dan tesis Licensiat pada tahun 1986,

Selengkapnya: Mencintai Pendidikan

panggilan

PANGGILAN

«Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”» (Mrk 10,21)

  «Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.» (Ibr 11,8)

Selengkapnya: panggilan

seminari

S E M I N A R I  M E N E N G A H

 

Pengantar

Keberadaan Seminari Menengah di beberapa negara nampaknya semakin hari semakin menghilang seiring dengan semakin sedikitnya orang-orang muda yang berani membuka diri akan anugerah panggilan khusus. Bahkan di banyak negara Eropa, Seminari Menengah sudah tidak ada lagi. Demikian juga hampir tidak ada lagi tema-tema atau pembicaraan-pembicaraan berkenaan dengan Seminari Menengah. Namun bukankah tidak hanya di negara-negara Eropa? Nampaknya di Indonesiapun sudah mulai muncul nada-nada ketidakpedulian, kalau belum boleh dikatakan sebagai penolakan, terhadap keberadaan Seminari Menengah.

Selengkapnya: seminari