Uang

Pada saat Pengadilan Terakhir, semua berbondong-bondong mau melewati Pintu Surga yang dijaga oleh Santo Petrus. Tibalah giliran kelompok “Uang”.

Santo Petrus keliatan ceria, maka ketika rombongan RP. 25, 50, dan 100–an pada berincingan masuk, dia nampak akrab banget. Demikian juga ketika rombongan merah-merah kumal,

yang kadang masih nampak sebagai Rp. 100 dan kadang gak nampak lagi, Santo Petrus juga sok akrab mempersilakan, walau kadang musti bersin-bersin.

 Lebih bangga lagi ketika rombongan Rp. 500-an dan Rp. 1000-an masuk, mereka gak menimbulkan keributan, dan nampak lebih bersih.

Dengan rombongan Rp.5000-an dan Rp. 10.000-an, Santo Petrus agak rasanya harus nge-cek bener dari mana asalnya, biar dia gak ketipu.

Lebih kaget lagi ketika Petrus liat juga ada Rp. 50.000. Dia menyelidiki betul, tanya apa emang bener uang, dan juga dari paroki mana. Setelah Petrus yakin betul, baru dech sang Rp. 50.000 isa masuk.

Tapi alkisah, ketika ada lembaran kertas rapi and bersih, bertuliskan Rp. 100.000, Petrus cepet-cepet tutup Pintu Surga. Lalu dia dengan keras berkata: “Entah kamu uang apa bukan tapi kamu gak boleh masuk, karena aku gak pernah liat kamu masuk Gereja !!!”.