AKU PIKIR.......

 

 Aku memberi sebungkus nasi kepada seorang miskin.

 

 Aku pikir, aku orang yang baik hati

 

 Namun, bukankah itu


sudah sewajarnya.

 Karena aku punya banyak makanan dan dia lapar.

 

 

Aku menuntun orang buta menyebarang jalan.

Aku rasa aku baik.

Namun, bukankah itu sudah sewajarnya.

Karena aku bisa melihat dan dia tidak.

Aku menolong seorang anak yang kumuh dan compang-camping.

Aku pikir aku orang yang murah hati.

Namun, bukankah itu sudah sewajarnya.

Karena aku punya "hutang" cinta terhadapnya.

Aku menghadiahkan pakaian bekas ke panti jompo.

Aku pikir, aku ini sangat peduli terhadap sesama.

Namun, bukankah itu sudah sewajarnya.

Karena kuberikan sesuatu yang tidak berguna lagi bagiku.

 

Aku memberi uang kepada seorang miskin yang tidak bisa mendapatkannya.

Aku pikir ini aku baik, karena akhirnya dia mendapatkannya.

Namun, bukankah itu sudah sewajarnya.

Karena ia juga punya hak akan kasih.

 

Aku..............

Aku pikir............

Namun, bukankah itu sudah sewajarnya.

Karena................

 

Aku pikir aku telah menjadi orang Katolik yang baik, dengan mengikuti Misa, rajin berdoa, tidak berbuat kejelekan terhadap sesama.

Sebaliknya ternyata aku masih egois dan munafik.

Karena Tuhan, yang telah menghadiahkan hidup setiap detik,

hanya saya beri sisa-sisa waktuku;

dan kepada saudara-saudariku hanya kuberi sisa-sisa kasih,

yang telah Dia hadiahkan kepadaku.

 

Sahabatmu,