Membiarkan Tuhan Meringankan Beban Hidup

            Suatu hari seseorang berhenti di depan gereja Hati Kudus di Jalan Kolonel Atmo Palembang. Ia memandang ke atas gereja. Lantas ia membaca tulisan yang tertera di bagian depan gereja di atas pintu masuk. Bunyi tulisan itu adalah datanglah kepadaKu kalian semua yang letih lesu dan berbedan berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Setelah membaca tulisan itu, orang itu tersenyum. Lantas ia menepuk dadanya beberapa kali.



Melihat saya yang lewat di depannya, ia bertanya tentang arti tulisan itu. Ia penasaran. Ia ingin tahu makna di balik tulisan itu. Lalu saya menjelaskan bahwa itu adalah kata-kata Yesus sendiri. Yesus mau mengatakan bahwa Ia datang untuk semua orang. Mereka yang letih lesu dan berbeban berat tidak perlu putus asa. Mereka boleh datang kepadaNya untuk mendapatkan kelegaan. Di dalam diri Yesus itu semua orang akan memiliki hidup yang berkelimpahan.

”Jadi siapa saja boleh datang kepada Yesus? Bukankah Dia hanya milik orang kristen?” tanya orang itu.

Saya mengatakan bahwa Yesus itu milik seluruh dunia. Ia datang untuk menebus dosa manusia. Tidak pandang siapa orang itu. Kalau manusia ingin mengalami sukacita dalam hidup ini, mereka boleh datang kepadaNya. Yesus telah mengorbankan hidupNya untuk kebaikan manusia.

Sahabat, banyak orang mengalami letih lesu dalam hidup mereka. Banyak orang merasakan hidup ini tanpa makna. Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini bisa terjadi karena orang menjauhkan diri dari Tuhan. Orang melarikan diri dari Tuhan. Orang lupa bahwa Tuhan itu mahapengasih dan mahapenyayang. Orang lupa bahwa Tuhan dapat mengubah hidup manusia.

Penderitaan yang dialami oleh manusia dari waktu ke waktu itu merupakan tanda bahwa manusia berpisah dari Tuhan. Manusia tidak melekatkan diri kepada Tuhan. Karena itu, orang yang ingin mengalami sukacita dalam hidup mesti datang kepada Tuhan. Orang membiarkan dirinya dipenuhi oleh kuasa Tuhan. Orang membiarkan beban dan penderitaan yang ada dalam dirinya diringankan oleh Tuhan.

Untuk itu, orang mesti berani membuka hatinya kepada Tuhan. Orang mesti berani mengungkapkan kekecilannya di hadapan Tuhan. Orang membiarkan Tuhan yang mahapengasih dan mahapenyayang itu menguasai dirinya. Hanya dengan cara ini, orang dapat mengalami sukacita dalam hidupnya. Orang mengalami bahwa Tuhan begitu dekat dengan dirinya.

Mari kita terus-menerus datang kepada Tuhan. Kita mohon agar Tuhan yang mahabaik itu memberikan kelegaan bagi diri kita. Dengan demikian, hidup ini menjadi semakin bermakna. Hidup ini menjadi suatu kesempatan bagi kita untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Tuhan memberkati.

 

**Frans de Sales, SCJ